Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Makan Siang

Ini pertama kalinya sang mantan mengajak aku untuk makan siang bareng. Dia menjemputku tepat setengah jam sebelum jam makan siang berdentang. Aku yang sejak tadi gelisah karena takut ketauan sama teman-temanku, terutama Sultan, makan siang dengan mantan, segera kabur dari kantor ketika turun ke ruangan, dan semua masih sepi. Aku hanya bertemu dengan salah satu temanku. Dan aku cuma titip pesan, “Kalau Sultan cariin aku, bilang aja gatau. Aku makan dulu sama Dipo ya, Mba.”. Dengan secepat kilat aku langsung lari menuju pintu keluar mobil. Di sana Xenia Silver sudah menungguku. “Maaf ya  l ama nunggunya.”, “Gapapa kok, Mo.”. Dia selalu sabar nunggu aku dan memaklumi apapun yang aku lakukan. “Cape ya kerjanya? Sibuk banget kayanya kamu? Aku ganggu kamu ya, dengan ngajak kamu makan di luar saat ini?”, kamu masih saja sama po, penuh kekhawatiran dan ga enakkan. Padahal aku sudah di samping kamu lho. Aku menggeleng, “Aku senang dengan pekerjaanku, hanya saja tadi aku harus memastikan tid...

Sim Card Ejector

Setelah siangku habiskan dengan tangis karena baru saja aku mengalami putus cinta yang mendalam. Meninggalkan dan ditinggalkan dalam waktu bersamaan. Namun benar kata dia, sahabatku, “Mau sampai kapan lu habisin waktu lu hanya buat laki-laki yang salah terus?”. Aku hanya tertunduk, diam. Benar memang perkataannya. Aku sering kali menjalani hubungan dengan laki-laki yang tak seharusnya. Salah. Beberapa hari berlalu, dengan aku yang masih memikirkan seorang yang tak seharusnya aku tangis saat itu. Hari ini kita ada kopdar dari suatu komunitas di salah satu rumah makan. Ini giliran ku untuk mempresentasikan suatu materi tentang keluarga yang membuat aku teringat mantan. Namun, aku tidak menyiapkan hal-hal seperti materi offline, karena disana tidak tersedia jaringan internet dan projector untuk ku menampilkan materinya. Sungguh disana dia kesal dengan aku, yang tidak bisa menampilkan materinya, karena alasan bahwa kuota ku habis dan tidak ada jaringan. Sungguh itu mengecewakan dan membuat...

PORTOFOLIO

Sore hari ini, aku sedang membuka surel lama ku, mencoba peruntungan dengan melamar pada perusahaan lain. Sudah ada beberapa email yang ku kirimkan kepada perusahaan yang membuka pendaftaran melalui jasa media penyedia lowongan kerja. Sambil kulihat syarat dan ketentuan, banyak yang mencantumkan “cv+portofolio” untuk bidang pekerjaan yang sedang ku geluti. Seketika aku mencari tips mengemas cv beserta portofolio yang ciamik dari orang-orang professional yang ku kenal dari twitter. Aku buka akun mereka, aku cek satu persatu cuwitan mereka, adakah sebuah utasan mereka yang sesuai dengan kebutuhanku. Namun pikiranku melayang jauh ketika aku mencoba membuat portofolio terbaruku. Aku ingat betul, pertama kali aku membuat portofolio adalah saat aku sedang mengambil kesempatan untuk bisa satu tim denganmu kembali. Iya kembali, karena sebelumnya kamu memang atasanku, namun karena lain hal, kamu harus memisahkan diri sendiri untuk beberapa saat. Sempat ku tanyakan pada temanmu, “Kenapa dia haru...