Namanya... Dzakiy.
Ingatan ku mengulang pada masa itu.
Pertemuan singkat yang hanya sekejap mata.
Satu ruangan kecil yang mengantarku pada lantai ini.
Lift, saksi bisu awal tatapan itu bertemu.
Padamu yang kukira hanya becanda.
Namun rasa ini terlalu dalam ku akui.
Padamu yang hanya dapat ku pandang,
Dengan sudut mata yang selalu jeli mengawasi.
Andai mata ini tak jatuh ke hati,
Mungkin aku dengan mudah bertegur sapa.
Andai bibir ini mampu bergerak,
Mungkin telah ku utarakan maksud hati ini.
Padamu yang sebentar lagi akan jauh dari pandangan.
Semogalah kita dipertemukan kembali.
Komentar
Posting Komentar